Begini Asal Mula Penularan Covid-19 di Klaster Jemaat Gereja di Jogja
Klaster jemaat gereja di Kota Jogja menambah jumlah kasus Covid-19 di DIY.
Klaster jemaat gereja di Kota Jogja menambah jumlah kasus Covid-19 di DIY.
Sebuah supermarket di Sleman kini ditutup karena sejumlah pekerjanya diduga terinfeksi Covid-19.
Ribuan buruh di DIY mendukung pemda setempat memberlakukan PSBB.
Setelah sempat nihil penambahan kasus, DIY kembali mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak enam pasien pada Selasa (5/5/2020). Keenamnya merupakan klaster dari jemaah Gereja di Kota Jogja.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga tengah merencanakan rapid tes secara massal terhadap warga yang rentan terpapar.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan pihaknya belum berencana melakukan rapid test massal meski telah ditemukan kasus reaktif di wilayah ini. Sebab menurutnya hal itu sudah ditentukan oleh Pemda DIY.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Gunungkidul masih terus melakukan tracing terhadap kluster jemaah Tabligh. Namun, hingga Senin (4/5/2020) kemarin, gugus tugas tersebut belum menemukan kasus baru positif yang berasal dari salah satu dari tiga kluster terbesar di DIY ini.
Sebagai upaya penanganan problematika ekonomi masyarakat karena pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19), pemerintah Kulonprogo segera salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. Bantuan tersebut kini telah bisa dicairkan di berbagai wilayah di Kulonprogo.
Ribuan pelaku wisata terdampak pandemi Covid-19 di kawasan Kaliurang belum tersentuh bantuan. Salah satunya komunitas jeep lava tour yang kehilangan mata pencarian sejak muncul pandemi Covid-19.
Berbeda dengan Bantul, Sleman melakukan rapid test masif secara terukur. Dinkes mempriotaskan penggunaan rapid diagnostic test (RDT)-kit kepada klaster-klaster yang menjadi sarana penularan virus Covid-19.