WNA India Positif Corona, Ini Sejumlah Wilayah di Sleman yang Diduga Terkait Jemaah Tabligh
Seorang warga negara India yang menjadi jemaah tabligh internasional di Sleman dipastikan terinfeksi Covid-19.
Seorang warga negara India yang menjadi jemaah tabligh internasional di Sleman dipastikan terinfeksi Covid-19.
Satu dari sembilan orang WNA India anggota jemaah tabligh dinyatakan positif Covid-19. Gugus Tugas Covid-19 DIY masih menunggu hasil dari delapan WNA lainnya yang sebelumnya reaktif saat menjalani rapid test.
Jumlah perantau yang pulang ke Sleman mendekati angka 7.000 orang. Rata-rata jumlah pemudik setiap hari bertambah antara 100-150 orang.
Posko terpadu pemantauan Covid-19 DIY di perbatasan Kulonprogo-Purworejo, telah beroperasi, Jumat (24/4/2020). Meski begitu, kendaraan dari luar daerah tetap leluasa masuk ke DIY.
Persebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi akan mereda di akhir Juli 2020 dengan perkiraan proyeksi total penderita positif Covid-19 di angka 31.000-an kasus.
Pandemi covid-19 membuat sejumlah wilayah ditutup aksesnya hingga memutus pula akses ekonomi masyarakat. Sementara masih banyak mahasiswa yang bertahan di perantauan lantaran tidak bisa mudik.
Salah satu warga India yang terjebak di Sleman karena tak bisa pulang ke negaranya yang kini lockdwon, dipastikn positif terinfeksi Covid-19.
Kasus positif di DIY pada Sabtu (25/4/2020) bertambah sebanyak dua kasus menjadi 79 kasus atau nyaris mencapai 80 kasus.
Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman sudah melakukan rapid test kepada 697 orang warga Sleman di luar tenaga medis. Mereka yang menjalani rapid test diprioritaskan bagi warga yang kontak erat dengan kasus positif.
Plt Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan dari 860 alat tes cepat atau Rapid Diagnostik Test (RDT) yang diperoleh jawatannya beberapa waktu lalu, sebanyak 95% atau sekitar 800 di antaranya sudah digunakan.