Update Corona Indonesia 23 Oktober: Kasus Baru Bertambah 802, Jateng Tertinggi
Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 802 orang pada Sabtu (23/10/2021) sehingga totalnya menjadi 4.239.396 orang.
Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 802 orang pada Sabtu (23/10/2021) sehingga totalnya menjadi 4.239.396 orang.
Seorang siswa SMPN 2 Pakem diketahui positif Covid-19 melaui tes acak sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini, sekolah tersebut ditutup untuk sementara waktu.
Kementerian PANRB mengeluarkan aturan baru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di masa pandemi Covid-19.
Satgas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 per 23 Oktober 2021 sebanyak 30 kasus. Penambahan kasus tersebut berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 8.447 sampel.
Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Mochammad Fadjroel Rachman mengatakan pemerintah mengapresiasi masyarakat atas gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Salat Jumat di Universitas Teheran, Iran, kembali digelar setelah gelombang keenam virus Corona yang merenggut 124.928 nyawa dan menginfeksi lebih dari 5,8 juta.
Setelah melalui gelombang kedua Covid-19 pada Juli 2021 lalu yang ditandai dengan melonjaknya kasus Covid-19 besar-besaran, Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang ketiga Covid-19 pada Desember 2021-Januari 2022 mendatang.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang turun dari level 3 menjadi level 2. Mulai Selasa (19/10/2021) Perpustakaan Kota Magelang pun mulai dibuka kembali.
Seorang siswa di Kabupaten Sleman positif Covid-19 berdasarkan hasil tes acak oleh pemerintah setempat. Temuan ini menambah daftar panjang siswa positif Covid-19 setelah menjalani sekolah tatap muka.
DIY turun level menjadi level 2 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk lebih meningkatkan protokol kesehatan.