Beberapa Hari, Jogja Nihil Kasus Baru Covid
Dalam beberapa hari, tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja. Secara berturut-turut dari 6 sampai 11 Mei 2022, penambahan kasus yaitu 0, 1, 0, 0, 1, dan 1 kasus.
Dalam beberapa hari, tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja. Secara berturut-turut dari 6 sampai 11 Mei 2022, penambahan kasus yaitu 0, 1, 0, 0, 1, dan 1 kasus.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mulai mengantisipasi adanya potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran. Selain menyiagakan para petugas medis, juga tetap mempertahankan ruang perawatan yang sampai saat ini mencapai 137 tempat tidur.
WHO menyebut, bahwa jumlah orang meninggal akibat Covid-19 di dunia nyaris 15 juta. Dari jumlah itu, sekitar 1.094.499 orang di antaranya di Indonesia.
Kasus Covid-19 usai libur Lebaran 2022 baru terlihat sekitar satu bulan mendatang.
Masyarakat sudah kembali melaksanakan ibadah solat id secara massal. Meski demikian, selama rangkaian idul fitri mulai dari mudik, solat id dan silaturahmi hingga berwisata, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, agar tidak terjadi lonjakan kasus pasca lebaran.
Dinas Kesehatan Bantul menyatakan kasus Covid-19 di Bantul benar-benar turun dari hari ke hari. Bahkan penurunan tersebut diakuinya bukan angka semu. “Ya memang kasus Covid-19 yang turun di Bantul ini nyata bukan angka yang semu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, Kamis (28/4/2022).
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif Virus Corona pada Sabtu (23/4/2022) mencapai 522 orang.
Uni Eropa dan Humanity And Inclusion (HI) menutup proyek Inclusive Access to Multi-Sectoral Services and Assistances for Everyone (I AM SAFE) di DIY dan NTT.
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja melaporkan hampir seluruh RT di wilayah setempat berstatus zona hijau karena kasus Covid-19 yang terus melandai. Per Kamis (21/4/2022), kasus aktif Covid-19 di wilayah Kota Jogja tercatat hanya 18.
Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Sleman turun drastis dalam waktu sehari. Jika per 19 April kasus aktif berjumlah 1.601 kasus maka pada 20 April kasus aktif melorot menjadi 45 kasus.