DIY Catatkan Kasus Covid-19 Terendah Sejak 40 Hari Terakhir
Kasus harian Covid-19 DIY dan kematian mulai menurun pada Senin (21/3/2022) dengan positivity rate di angka 5,96%.
Kasus harian Covid-19 DIY dan kematian mulai menurun pada Senin (21/3/2022) dengan positivity rate di angka 5,96%.
Pemda DIY mengungkap penyebab kematian pasien Covid-19 yang masih tinggi di wilayah ini dengan angka rata-rata di atas 10 kasus sehari. Penyebabnya karena sebagian besar rata-rata lansia komorbid dan telat dibawa ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kota Jogja mengemukakan selter utama untuk penanganan pasien COVID-19 di kota itu kini hanya ditempati oleh sekitar 10 pasien dari total kapasitas hingga 84 orang.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membutuhkan waktu lebih dari dua pekan untuk benar-benar sembuh sejak terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (4/3/2022). Usut punya usut, di saat bersamaan, orang nomor satu di Pemkot Solo itu juga terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Dua kematian itu dilaporkan pada Sabtu (19/3/2022) di provinsi Jilin, sehingga jumlah kematian akibat virus corona di negara itu menjadi 4.638
Kasus Covid-19 di DIY sudah mulai terjadi penurunan. Namun, angka kematian masih tergolong tinggi. Pada Sabtu (19/3/2022) mencatatkan penambahan 21 kasus meninggal dunia selama 24 jam terakhir.
Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menerbitkan panduan melakukan rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri oleh masyarakat.
Ada tiga tanggung jawab utama yang harus ditingkatkan dalam menghadapi Covid-19.
Kasus Covid-19 gelombang tiga atau varian Omicron di Kota Jogja diklaim telah melewati masa puncaknya. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan, jumlah kasus aktif tertinggi varian Omicron sekitar 4.800 kasus. Itu terjadi sekitar 2-3 pekan yang lalu.
dr Adaninggar di akun instagramnya menyatakan ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pasien Covid-19 meninggal