Tutup 2021, Kasus Omicron di Indonesia Tambah 68 Orang
Hingga akhir 2021, Jumat (31/12/2021), kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang yang dibawa oleh para pelaku perjalanan luar negeri dari sejumlah negara.
Hingga akhir 2021, Jumat (31/12/2021), kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang yang dibawa oleh para pelaku perjalanan luar negeri dari sejumlah negara.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono optimistis Indonesia akan memulai untuk masuk ke dalam fase endemi Covid-19 pada 2022.
Pemerintah memastikan kesiapan karantina bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap varian Covid-19 Omicron saat libur Tahun Baru 2022.
Kementerian Kesehatan menyatakan DKI Jakarta merupakan kota dengan probabilitas paling tinggi untuk terjadinya transmisi lokal Covid-19 varian Omicron.
Kasus kematian akibat Covid-19 di Eropa terus bertambah.
Pemerintah telah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak 6-11 tahun. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk pelaksanaannya. Apalagi banyak anak yang fobia terhadap jarum suntik.
Kemenkes menyampaikan mayoritas temuan kasus varian baru Covid-19, yaitu B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia terjadi pada pria dan berusia 40-49 tahun.
Orang yang belum divaksin Covid-19 berisiko tinggi masuk rumah sakit saat terinfeksi Corona varian Omicron.
Penularan Omicron sudah terjadi di masyarakat, bahkan telah terjadi kasus transmisi lokal sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah agar pemerintah memperketat protokol kesehatan.