Heteroseksual jadi Pemicu Utama Kasus HIV/AIDS di Kota Jogja
Perilaku heteroseksual masih menjadi faktor risiko utama penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota J
Perilaku heteroseksual masih menjadi faktor risiko utama penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota J
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut tiap tahun 2,5 juta orang meninggal dunia akibat epidemi HIV, virus hepatitis, dan IMS.
Dinkes Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Gunungkidul No. 11/2023 tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS telah terbit.
Warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates di Kabupaten Kulonprogo diberikan layanan konsultasi HIV/AIDS.
Dinkes Gunungkidul mengungkap kasus HIV/AIDS banyak diidap oleh kalangan faktor risiko heteroseksual.
Tingkatkan Skrining, Dinkes Bantul Temukan 132 Penderita HIV/AIDS Hingga November 2023
Pemkab Gunungkidul serius untuk penanggulangan penyebaran HIV/Aids di bumi Handayani. Oleh karenanya, setiap puskesmas sudah bisa melayani tentang penyakit ini.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga sekarang ada 972 kasus HIV/Aids. Adapun korban meninggal mencapai 152 orang.
Kemenkes) RI mencatat adanya penurunan infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sebesar 54%
Kemenkes mengungkapkan transmisi Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dari ibu ke anak masih terjadi di Indonesia