Taliban Larang Buku Karya Perempuan di Universitas Afghanistan
Pemerintah Taliban melarang buku-buku karya perempuan dalam kurikulum ke seluruh universitas di Afghanistan.
Pemerintah Taliban melarang buku-buku karya perempuan dalam kurikulum ke seluruh universitas di Afghanistan.
Kelompok Taliban melarang perempuan Afghanistan untuk pergi ke pusat kebugaran (gym) dan pemandian umum, pada Minggu (13/11/2022).
Taliban mengganti bendera nasional Afghanistan menjadi Emirat Islam dan melarang penggunaan bendera tiga warna.
Hampir 400 warga sipil tewas dalam serangan di Afghanistan sejak kelompok Taliban mengambil alih negara tersebut, dengan lebih dari 80 persen di antaranya tewas oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, demikian menurut laporan PBB.
Pemerintah Taliban mengyatakan akan segera mengumumkan kabar baik tentang kembalinya anak-anak perempuan ke sekolah, tetapi mendesak masyarakat internasional untuk mendanai proses tersebut karena sebagian besar bantuan eksternal telah dihentikan.
Rusia tampaknya berpeluang kuat untuk bisa berperan lebih nyata dalam sebuah 'kontestasi' di antara negara-negara besar terkait dengan pembangunan kembali Afganistan di era kedua kekuasaan Taliban.
Perwakilan Taliban telah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan AS serta melakukan perjalanan ke Turki untuk mendapatkan pengakuan resmi dan menjalin kerja sama dengan Rusia, China, Iran.
Taliban tidak akan pernah diizinkan mengakses dana cadangan bank sentral Afghanistan yang sebagian besar disimpan di Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo pada Selasa.
Kementerian Pendidikan Afghanistan mengatakan sekolah menengah bagi siswa akan segera dibuka tanpa menyebutkan kelanjutan sekolah bagi murid perempuan.
Selama pemerintahan mereka sebelumnya, Taliban telah melarang penggunaan riasan termasuk cat kuku oleh wanita.