Bangunjiwo Bersiap Tak Buang Sampah ke TPA Piyungan
Pemerintah Kalurahan Bangunjiwo terus melakukan penyempurnaan unit usaha Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Resik Tenan.
Pemerintah Kalurahan Bangunjiwo terus melakukan penyempurnaan unit usaha Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Resik Tenan.
Harianjogja.com, JOGJA —Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY menyampaikan dalam mengelola sampah hotel, mal di DIY menggandeng pihak ketiga.
Komisi C juga memantau lokasi TPSS yang tidak jauh dari TPST Tamanmartani. Ternyata, TPSS yang disediakan hanya bisa menampung sampah 50 ton per hari.
Volume sampah di Kota Jogja yang belum terakomodasi untuk dikirim ke TPA Piyungan dan Banyuroto diperkirakan sebanyak 95 ton perhari.
Selama penutupan TPA Piyungan, sampah pasar dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman agar tidak menimbulkan tumpukan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mencatat sampai saat ini baru 30 kalurahan dari total 75 kalurahan yang memiliki tempat pengolahan sampah mandiri
Pemkot Jogja sudah mengirimkan sampahnya seberat 100 ton ke TPA Piyungan, sementara 15 ton sampahnya ke TPA Banyuroto.
Pemkot Jogja sudah mulai bertahap menambah operasional depo sampah di wilayahnya yang dibuka. Dari lima depo, kini Pemkot Jogja sudah membuka sembilan depo.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo mengajak keseriusan dalam melakukan pengolahan sampah terutama di tingkat kelurahan.
Ini adalah kesempatan bagi Pemkab, Pemkot dan Kalurahan untuk lebih aktif menyiapkan perangkat penampungan dan pengelolaan sampah