Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Operasi SAR pascagempa Mbay Nagekeo memasuki hari kedua. Pencarian difokuskan di Manggarai dan Manggarai Timur dengan 112 orang terdampak.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Gempa susulan M5,2 mengguncang NTT Minggu pagi. BMKG mencatat 235 gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Gempa NTT berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan pemeriksaan pelabuhan, terminal, dan bandara.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.