Presiden Iran: Kami Ingin Damai, Tapi Israel Memaksa Kami Melakukan Serangan
Kami selalu bilang; Kami ingin damai, kami ingin tenang. Kami tidak ingin terjadi pertumpahan darah di negara manapun. Namun, Israel mendesak kami melakukan ini
Kami selalu bilang; Kami ingin damai, kami ingin tenang. Kami tidak ingin terjadi pertumpahan darah di negara manapun. Namun, Israel mendesak kami melakukan ini
Israel berjanji akan membalas aksi serangan rudal yang dilancarkan Iran pada Selasa (1/10/2024) waktu setempat.
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mendesak semua pihak untuk dapat menahan diri Terkait situasi terbaru di Timur Tengah
Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan sidang darurat pada Rabu (2/10/2024) ini. Sidang digelar untuk membahas ketegangan yang men
Iran bertekad bakal menggempur pangkalan dan kepentingan sekutu-sekutu Israel di Timur Tengah. Hal itu dilakukan jika Iran mendapat serangan.
Kelompok perjuangan Lebanon, Hizbullah dan Perlawanan Islam di Irak melancarkan serangan rudal dan roket terhadap wilayah Israel.
Pemerintah Yordania meminta semua maskapai penerbangan yang mendarat di bandaranya untuk membawa bahan bakar cadangan selama 45 menit. Imbauan ini sebagai tinda
Hizbullah mulai beraksi menembakkan puluhan roket ke area permukiman Beit Hillel di Israel utara.
Pejabat di Washington dan Yerusalem memperkirakan Iran dan pendukungnya akan meluncurkan serangan balasan ke Israel paling cepat besok.
Pembunuhan Kepala Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh dinilai sebagai bukti lain dari sifat teroris yang dimiliki oleh rezim Zionis Israel.