Iran: Serangan Israel Hanya Menyebabkan Kerusakan Ringan
Serangan Israel ke sejumlah pusat militer di provinsi Teheran, Khuzestan dan Ilam di Iran pada Jumat (25/10/2024) malam hingga Sabtu (26/10/2024) diklaim hanya
Serangan Israel ke sejumlah pusat militer di provinsi Teheran, Khuzestan dan Ilam di Iran pada Jumat (25/10/2024) malam hingga Sabtu (26/10/2024) diklaim hanya
Amerika Serikat mengaku tidak terlibat dalam serangan Israel ke Iran. Meski begitu, Presiden Joe Biden telah mengetahui rencana serangan itu sebelumnya.
Iran akan membalas serangan rudal yang dilancarkan Israel sejak Jumat (25/10/2024) malam. Hal itu disampaikan seorang pejabat tinggi Iran berdasarkan laporan ka
Sejak Jumat (25/10/2024) Israel menyerang kawasan Iran. Serangan tersebut hanya sebatas pada target militer, bukan fasilitas nuklir atau minyak.
Pesawat tempur Israel melakukan serangan udara pada Jumat (25/10/2024) pagi di sebuah hotel di sebelah selatan ibukota Lebanon, Beirut
Israel sedang bersiap melakukan "serangan besar-besaran" terhadap Iran. Serangan ini dilakukan para zionis sebagai balasan atas serangan rudal balistik ke Tel A
Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Teheran "mendukung apapun keputusan pemerintah dan kelompok perlawanan di Lebanon
Kepala Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Filippo Grandi, menyebut sekitar 250 ribu orang telah meninggalkan Lebanon menuju Suriah
Rencana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk membalas serangan Iran sangat serius. Israel bahkan mengharapkan bantuan dari para mitra di kawasan itu.
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khameini menegaskan bahwa Iran dan sekutu regionalnya tidak akan mundur, dua hari setelah Teheran menembakkan rudal ke Israel