Selat Hormuz Dibuka, Tekanan Industri Tekstil RI Belum Reda
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Industri minuman kemasan tetap tumbuh di tengah pelemahan rupiah dan tekanan ekonomi global. Pelaku usaha minta regulasi adaptif dan investasi dijaga.
Investasi di Piyungan, Bantul tak seimbang, KPI berkembang dengan lima perusahaan, sementara KI masih satu tenant.
DPD RI menyerap aspirasi dari Jogja untuk revisi UU Perindustrian, menyoroti peran daerah, digitalisasi, dan lemahnya sinkronisasi RIPIN.
Ekspor DIY Januari–Oktober 2025 naik 5,68%, industri pengolahan jadi motor utama, AS jadi pasar terbesar.
CV Sentral Yanmar Prambanan membentuk komunitas chainsaw STIHL melalui Service Campaign 2025 dengan layanan servis gratis dan edukasi teknis pengguna.
Industri keramik naik pesat setelah SNI Wajib diberlakukan dan importir beralih ke OEM lokal.
UII hadirkan Prodi MR untuk lahirkan lulusan hybrid skills sesuai kebutuhan industri modern.