GEMPA JEPANG: Manufaktur di Osaka Mulai Beroperasi Lagi
Gempa berkekuatan 6,1 yang mengguncang Osaka, kota metropolitan terbesar kedua di Jepang, dilaporkan menewaskan empat orang dan ratusan orang terluka.
Gempa berkekuatan 6,1 yang mengguncang Osaka, kota metropolitan terbesar kedua di Jepang, dilaporkan menewaskan empat orang dan ratusan orang terluka.
Gempa berkekuatan 6,1 SR yang melanda Osaka pada Senin (18/6/2018) membuat sejumlah perusahaan manufaktur Jepang menghentikan operasional pabrik di daerah tersebut. Korban tewas gempa juga bertambah menjadi empat orang dan sekitar 380 orang terluka. Pemerintah Jepang menyebutkan operasional pabrik-pabrik di kawasan industri di daerah itu dihentikan.
Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter melanda kota metropolitan terbesar kedua di Osaka pada Senin pagi. Lebih dari 200 orang dilaporkan terluka akibat gempa tersebut seperti dikemukakan NHK seperti dikutip Reuters, Senin (18/6/2018).
Usai gempa yang melanda Osaka, pasokan gas pipa terputus. Pipa tersebut menghubungkan 111.000 pelanggan di sebagian besar di kota Takatsuki dan Ibaraki di Osaka, demikian hasil pemeriksaan petugas setelah gempa terjadi pada Senin pagi.
Usai gempa yang melanda Osaka, pasokan gas pipa terputus. Pipa tersebut menghubungkan 111.000 pelanggan di sebagian besar di kota Takatsuki dan Ibaraki di Osaka, demikian hasil pemeriksaan petugas setelah gempa terjadi pada Senin pagi.
Tiga orang dilaporkan tewas akibat gempa berkekuatan 6,1 skala richter yang mengguncang Osaka, kota metropolitan terbesar kedua di Jepang, pada Senin (18/6/2018) pagi.
Gempa mengguncang salah satu pusat industri Jepang yakni Osaka dan menghentikan layanan transportasi kereta api serta pabrik di seluruh wilayah itu. Beberapa orang dikhawatirkan tewas setelah gempa kuat menghantam Osaka pada Senin pagi, (18/6/2018), seperti dikutip Bloomberg, Senin (18/6/2018)
Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Jepang pada Senin (18/6/2018) di Osaka, Jepang Barat. Seorang pria tua dan seorang anak perempuan dilaporkan tewas tertimpa dinding yang runtuh seperti dikemukakan penyiar NHK yang dikutip Reuters.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan mengirimkan tenaga kerja ke Jepang yang tugasnya merawat orang-orang lanjut usia (lansia). Di sana para perawat akan mendapatkan gaji sekitar Rp20 juta per bulan.