5 Pokok Visi Jokowi 5 Tahun ke Depan: Infrastruktur Hingga Bayi Stunting
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima poin pokok dalam visinya untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan.
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima poin pokok dalam visinya untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan.
Joko Widodo menyampaikan pidato politik bertema Visi Indonesia di hadapan pendukung dan sukarelawan di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Joko Widodo (Jokowi) menemui para petinggi partai politik pengusungnya sebelum menyampaikan visi memimpin pemerintahan dalam lima tahun ke depan, Minggu (14/7/2019) malam ini.
Joko Widodo (Jokowi) yang sudah resmi memenangi Pilpres 2019 akan menyampaikan visi dan misinya untuk pemerintahan lima tahun ke depan, Minggu (14/7/2019) malam.
Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Anjar Nugroho mengatakan pertemuan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebakbulus, Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa mereka merupakan sosok negarawan yang patut dicontoh.
Langkah eks Capres Prabowo Subianto yang akhirnya bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi dari Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Namun menurutnya Prabowo dinilai mengikuti jejak AHY.
Pengamat politik dari Untirta Banten, Leo Agustino, mengatakan momen pertemuan Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7/2019) pagi di Stasiun MRT Lebak Bulus menuju Senayan yang diakhiri makan siang dengan lauk sate, diharapkan tidak menjadi 'gerbong kereta' bagi-bagi kursi.
Ketua DPD Golkar Jawa barat Dedi Mulyadi menggelar kenduri setelah adapertemuan antara Prabowo dan Jokowi.
Pihak yang tidak suka dengan rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto adalah mereka yang ingin Indonesia rusak. Hal tersebut disampaikan Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Charles Honoris.
Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah pertemuan dua tokoh negarawan yang dapat merekatkan kembali "keretakan" yang sempat terjadi di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Verry Surya Hendrawan.