Jokowi: Pilpres Tinggal 10 Hari, Jangan Kasih Kendor, Terus Gaspol
Jokowi mengajak para pendukung untuk terus berusaha sekuat tenaga memenangkan pilpres 2019.
Jokowi mengajak para pendukung untuk terus berusaha sekuat tenaga memenangkan pilpres 2019.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebutkan massa yang akan hadir di Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf pada 13 April di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak akan kalah besar dengan massa yang hadir dalam Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Minggu (7/4/2019)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab mengirimkan pesan yang diperdengarkan pada Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019).
Sandiaga Uno menyatakan kampanye calon presiden dan wapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019), dihadiri satu juta orang. Kubu Jokowi membantahnya dan menyebut klaim tersebut lebai.
Partai Gerindra menantang kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menghadirkan massa yang lebih banyak daripada yang didatangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam kampanye Minggu (7/4/2019) hari ini.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menulis surat untuk tiga pejabat teras partainya terkait dengan ketidaksetujuannya atas pola kampanye yang diterapkan di dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi.
Ganjar juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan jangan sampai terprovokasi terkait kasus pengeroyokan ini.
Ada pemandangan unik saat Presiden Jokowi menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Acara tingkat kenegaraan ini dipusatkan di Kabupaten Sukoharjo.
Salah satu media di Inggris, The Guardian memuat artikel yang menyebut Jokowi adalah Obama Indonesia. Sayangnya Jokowi gagal memenuhi ekspektasi.
Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah masuk masa kampanye terbuka. Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menyesalkan adanya penolakan kedatangan cawapres ke suatu daerah karena beda pilihan politik.