Dikejar Penculik, Bocah SD di Jogja Tak Bisa Tidur dan Takut ke Sekolah
Dugaan upaya penculikan terhadap seorang anak SD di Jogja membuat anak tersebut tak bisa tidur dan enggan ke sekolah.
Dugaan upaya penculikan terhadap seorang anak SD di Jogja membuat anak tersebut tak bisa tidur dan enggan ke sekolah.
Berita vital tentang seorang anak di Nanggulan yang jadi target penculikan ternyata dikonfirmasi salah paham.
Dari 60 WNI yang disekap di Kamboja, 55 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan, sedangkan 5 WNI lainnya masih dalam proses evakuasi.
Sebuah kabar tentang percobaan penculikan yang terjadi di Magelang, viral di media sosial. Kabar itu menyebutkan korbannya seorang anak atas nama MHD warga Dusun Durensawit Desa Selomerah Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang pada Kamis (2/9/2021). Namun, pihak kepolisian mengeluarkan klarifikasi bahwa kabar tersebut tidak benar.
Anak balita yang baru berusia dua tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, dibawa kabur seorang pengemis perempuan, pada Jumat (14/5/2021).
Pelaku penculikan dan pencabulan anak di Kotagede yang terekam CCTV telah ditangkap Polresta Jogja pada Sabtu (14/3/2020) malam di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaku, SA, 26 tahun, mengaku kecanduan film porno dan telah melakukan aksinya beberapa kali.
Aksi penculikan terekam CCTV dan menjadi sorotan publik setelah tersebar di sosial media. Dalam rekaman itu terlihat seorang pria membawa anak kecil menggunakan motor yang kemudian diturunkan di sebuah gang sempit.
Aksi percobaan penculikan terjadi di Klaten, Jawa Tengah. Aksi yang sempat viral di media sosial tersebut akhirnya berhasil digagalkan dan sang korban yang masih berusia tiga tahun bisa kembali kepada keluarganya.
Penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap nelayan warga negara Indonesia (WNI) masih terus terjadi. Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta pemerintah untuk memperkuat armada keamanan laut untuk mencegah penculikan.
Kasus hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang berawak delapan WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada 16 Januari 2020 pukul 20.00 waktu setempat, dikonfirmasi sebagai kasus penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf.