Pemerintah Luncurkan Peta Patahan Aktif untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi meluncurkan peta patahan aktif sebagai solusi mitigasi bencana geologi di Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi meluncurkan peta patahan aktif sebagai solusi mitigasi bencana geologi di Indonesia.
Rentetan 21 kali gempa Bumi di laut Selatan Gunungkidul dan sekitarnya sejak Selasa (10/8/2021) hingga Rabu (11/8/2021) akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia yang menyusup ke bagian bawah lempeng Eurasia.
Intensitas gempa di Gunungkidul mengalami peningkatan. Sebab, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tercatat ada 12 kali gempa bumi.
Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 menguncang Cilacap Jawa Tengah, Senin (9/8/2021) pukul 21.35 WIB. Gempa itu juga terasa hingga Jogja dan sekitarnya.
Gempa dengan kekuatan magnitude 7,8 yang terjadi di Pantai Alaska pada Kamis (29/7/2021) pukul 13.15 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km, pada koordinat 8.99 LS dan 111.40 BT.
BNPB mengimbau warga setempat diimbau untuk tetap tenang usai gempa M 6,5 yang mengguncang Tojo Una Una, Sulawesi Tengah.
Gempa terjadi di 340 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada pukul 01.45 WIB.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 mengguncang sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara pada Sabtu (10/7/2021) pagi. Menurut BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami namun yang perlu diwaspadai adalah gempa susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki memastikan gempa dengan magnitudo 5,1 di barat daya Gunungkidul mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa titik. Meski demikian, ia memastikan dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.