Penjelasan BMKG tentang Penyebab Gempa Blitar
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.00 WIB, terjadi dua kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1 dan 2,9 setelah gempa dengan magnitudo 5,9 di Blitar.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.00 WIB, terjadi dua kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1 dan 2,9 setelah gempa dengan magnitudo 5,9 di Blitar.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 berpusat di Blitar, Jawa Timur terjadi pada Jumat (21/5/2021) malam. Gempa tersebut juga dirasakan warga di Jogja.
Meski tidak berpotensi tsunami, jumlah gempa susulan yang telah terjadi di Pulau Nias mencapai 9 kali per pukul 16.20 WIB. Hal ini dinilai BMKG bisa mengakibatkan bangunan rawan roboh.
Wargadi Kabupaten Nias Barat Sumatra Utara panik saat terjadi gempa bumi berkekuatan 7,2magnitudo pada, Jumat (14/5/2021) pukul 13.33 WIB.
Pusat gempa berada di timur laut Kecamatan Melonguane, Kabupaten KepulauanTalaud, Sulawesi Utara.
BMKG menyebutkan gempa terjadi pada pukul 08:24:35 WIB di koordinat2.04 Lintang Selatan dan99.62 Bujur Timur.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sepanjang April 2021, terjadi 807 kali gempa tektonik di wilayah Indonesia.
Pasca gempabumi dengan magnitudo 5.7 di wilayah Mentawati pada Senin (3/5) pukul 00.46 WIB, sejumlah warga Dusun Mapadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, memilih mengungsi ke Gereja Piniel.
BMKG menyatakan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan laporan resmi BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 22.33 WIB dengan pusat gempa menurut BMKG tercatat sekitar 13 kilometer Barat Laut Enrekang, Sulawesi Selatan.