DPRD Gunungkidul Desak Mitigasi Kebencanaan di Masyarakat Diperkuat
DPRD Gunungkidul mendorong penguatan mitigasi bencana usai cuaca ekstrem memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
DPRD Gunungkidul mendorong penguatan mitigasi bencana usai cuaca ekstrem memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Delegasi lima negara belajar mitigasi bencana berbasis masyarakat di Tirtohargo Bantul yang jadi rujukan pengurangan risiko bencana.
BPBD Bantul mencatat 14 titik terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 yang kini menjadi prioritas penanganan Pemkab Bantul.
IDM melatih 200 pelajar di Bantul menghadapi gempa bumi melalui program InJourney Community Care untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana
BPBD Gunungkidul mengingatkan potensi banjir, longsor, dan angin kencang di puncak musim hujan Januari–Februari 2026.
BPBD Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Maret 2026 seiring potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi.
BPBD Gunungkidul terus berupaya memperluas jaringan kalurahan Tangguh bencana (Kaltana) untuk memperkuat mitigasi kebencanaan di Bumi Handayani.
Talut Sungai Celeng di Wukirsari jebol sejak akhir 2025 dan dinilai membahayakan permukiman. Warga mendesak pemerintah segera menanganinya.
BPBD Gunungkidul memasang EWS banjir di Kali Besole Wonosari sebagai upaya mitigasi banjir perkotaan saat musim hujan.
Kementrans mengajukan izin Presiden Prabowo untuk mengalihkan Rp140 miliar guna penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak di Sumatera.