Wawasan Kebencanaan, Pemahaman Guru Jadi Kunci Penting
Kunci penanggulangan bencana atau pendidikan kebencanaan di bangku TK terletak pada kompetensi guru. Guru diharuskan memiliki wawasan penanggulangan bencana.
Kunci penanggulangan bencana atau pendidikan kebencanaan di bangku TK terletak pada kompetensi guru. Guru diharuskan memiliki wawasan penanggulangan bencana.
Sekolah jadi salah satu objek yang disasar dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan bencana seperti DIY.
Wawasan mengenai kebencanaan dirasa sangat penting untuk mengurangi risiko korban nyawa maupun material akibat bencana alam. Termasuk di bangku sekolah formal, wawasan kebencanaan juga penting dikenalkan sejak dini.
Sosialisasi tentang mitigasi bencana penting dilakukan di Indonesia, mengingat potensi bencana alam yang tinggi. Mitigasi bencana yang tepat dan merata ke seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa menurunkan jumlah korban saat bencana alam terjadi.
Menyadari potensi bencana di Indonesia yang beragam, Basarnas berusaha meningkatkan kapasitas agar dapat menangani bencana dengan lebih baik lagi. Dalam peningkatan kapasitas tersebut juga bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengaku sulit untuk membangun sekolah antibencana. Namun untuk meminimalkan risiko bencana atau gempa telah dilakukan berbagai langkah mitigasi bencana di institusi pendidikan.
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menggelar simulasi gempa bumi di halaman kampus yang terletak di Jl Parangtritis KM.4,5, Sewon, Bantul.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi musim hujan di wilayah Jogja akan dimulai pada awal November 2018. Beberapa hal mulai dari hujan yang sporadis, kerawanan longsor dan gangguan kesehatan menjadi persoalan yang harus diwaspadai.
Untuk mengenalkan prinsip kemanusiaan, Pemerintah Kecamatan Ngaglik menggelar pelatihan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk siswa SD hingga SMA. Pelatihan digelar selama tiga hari di Kantor Kecamatan Ngaglik mulai Selasa (2/10/2018) hingga Kamis (4/10/2018).
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengingatkan agar warga Jogja selalu siap mengantisipasi terjadinya bencana. Keberadaan Kampung Tangguh Bencana (KTB) harus dioptimalkan ketika bencana datang.