Negosiasi Tarif Amerika Serikat dan Uni Eropa Mandek, Ini Penyebabnya
Negosiasi tarif impor resiprokal antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mandek.
Negosiasi tarif impor resiprokal antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mandek.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 terkait Kebijakan dan Pengaturan Impor
Indonesia menegaskan bakal mengutamakan kepentingan nasional sekaligus menjaga hubungan bilateral di tengah proses negosiasi tarif resiprokal dengan AS.
Trump juga membuka peluang penurunan tarif jika kedua negara dapat mencapai kesepakatan.
Susi menjelaskan bahwa tenggat waktu 60 hari tersebut adalah penyelesaian pembahasan isu untuk disepakati.
Presiden Prabowo Subianto belum lama ini melontarkan ingin menghapus kuota impor dan membebaskan siapa saja yang ingin impor, agar tidak menghambat investasi.
Di tengah isu tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat, sistem pembayaran di sejumlah negara disorot Pemerintah Donald Trump.
Salah satu sektor yang paling rentan terdampak adalah tekstil dan produk tekstil (TPT).
Amerika Serikat (AS) dan Indonesia sepakat untuk menyelesaikan negosiasi soal tarif impor resiprokal dalam 60 hari ke depan.
Pemerintah menjamin peningkatan impor pangan dari Amerika Serikat, seperti gandum, tidak akan mengganggu program swasembada pangan.