Tiap Tahun, Indonesia Butuh Rp343 Triliun untuk Tekan Emisi Karbon
Indonesia membutuhkan Rp343,6 triliun tiap tahun untuk menurunkan emisi karbon sesuai target Nationally Determined Contributions atau NDC hingga 2030.
Indonesia membutuhkan Rp343,6 triliun tiap tahun untuk menurunkan emisi karbon sesuai target Nationally Determined Contributions atau NDC hingga 2030.
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mendorong optimalisasi pengembangan teknologi di Indonesia untuk menekan emisi karbon.
Penurunan emisi karbon 450 juta ton ekuivalen CO2 di sektor energi membutuhkan Rp3.500 triliun, sedangkan 700 juta ton ekuivalen CO2 di sektor kehutanan memerlukan Rp90 triliun.
PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.
Wilayah Sumatra bagian utara dinilai masih menyimpan harta karun berharga untuk Indonesia dengan potensi minyak dan gas bumi atau migas yang menjanjikan. Besarnya potensi itu pun akan sangat mempengaruhi capaian produksi migas nasional.
Dilansir Bloomberg pada Kamis (4/11/2021), hal itu dirangkum dalam pernyataan satu halaman yang diumumkan pada Kamis dalam pembicaraan iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
Salah satu kontributor krisis energi saat ini akibat mulai ditinggalkannya industri fosil oleh investor, bank, dan pasar modal karena mereka beralih ke energi hijau, sedangkan transisi energi justru belum siap.
Terkait peningkatan permintaan tersebut, Pertamina memastikan stok dan proses penyaluran BBM berjalan dengan aman dan baik.
Setelah China dan Eropa, India mulai menghadapi krisis karena stok batu bara yang menyusut ke level terendah dalam beberapa tahun saat permintaan listrik mulai naik.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. Suryo Eko Hadianto meminta agar pemanfaatan batu bara tidak dibenturkan dengan upaya penekanan emisi karbon, karena komoditas itu disebut akan tetap digunakan di masa depan.