Konflik Antarnegara Bisa Berdampak pada Harga Energi di Indonesia
Wakil Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Ardyanto Fitrady mengatakan konflik sejumlah negara di dunia dapat berdampak pada harga energi di Indonesia.
Wakil Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Ardyanto Fitrady mengatakan konflik sejumlah negara di dunia dapat berdampak pada harga energi di Indonesia.
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menyebut jika konflik meluas melibatkan negara-negara penghasil minyak
PLTS ini menjadi wujud upaya Pemerintah Pusat mencapai Net Zero Emission (NZE) melalui energi baru terbarukan.
Transisi energi global menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan bisa menggunakan hidrogen sebagai pilar utama.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia mendekati Turki untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk infrastruktur eregi dan kesehatan.
Indonesia menerima hibah sebanyak 14,7 juta Euro (sekitar Rp248,8 miliar) dari Uni Eropa (UE) dan Prancis untuk pengembangan transisi energi di tanah air.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa seluruh pengecer LPG 3 Kg di Indonesia sekitar 375.000
Pemerintah Indonesia memerlukan investasi sebesar US$1,1 triliun atau setara Rp17,9 kuadriliun (asumsi kurs Rp16.274 per dolar AS) untuk mewujudkan rencana
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Huawei Indonesia turut mempromosikan standar keamanan Photovolta
PT PLN (Persero) UIP JBTB telah menyelenggarakan acara serah terima program TJSL PT PLN (Persero) UIP JBTB 2024 Bantuan Revitalisasi Sumur Pengairan.