Sanwamas Kenalkan Rolling Door Berteknologi Jepang
PT Sanwamas Metal Industry terlibat Building Construction Industry (BCI) Asia Interchange Session yang mengangkat tema “Sustainability Project Design Update” di Jogja, Jumat (23/8) malam.
PT Sanwamas Metal Industry terlibat Building Construction Industry (BCI) Asia Interchange Session yang mengangkat tema “Sustainability Project Design Update” di Jogja, Jumat (23/8) malam.
Berawal dari bisnis nata de coco, Intan Mutia Swastika memanfaatkan nilai guna nata de coco menjadi perlengkapan kecantikan, khususnya masker sebagai pilot project.
Limbah kawat, lempengan trafo listrik yang terbakar rupanya bisa disulap menjadi perhiasan indah yang bernilai ekonomi tinggi. Hal itulah yang dilakukan Meta Nuci Ferawati, pemilik brand perhiasan dan aksesori Uparengga.
Menjalani perjalanan panjang dalam kehidupan, berbagai tantangan dihadapi mengiringi kehidupan Owner CV Agrindo, Intan Mutia Swastika.
Merespons perkembangan zaman ditambah jumlah anak muda yang semakin sedikit mau melestarikan warisan budaya, Head of Research and Development Astoetik, Aristiyawan mengembangkan canting listrik portable Astoetik K-CL003.
Pemilik Batik Sentanu, Caecilia Endang Nur Hayati mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan mencintai batik warna alam karena proses pembuatan yang tidak mudah.nn
Bermula dari kecintaan pada bunga, tanaman, hutan dan alam menumbuhkan ide Riyogo Dhimesworo Hadiwijaya atau yang akrab disapa Maman mengembangkan Nyata Resin & Flower Art.
Gelar Karya Jogja (Gaya Jogja) yang dimulai sejak Kamis (11/7/2019) lalu masih berlangsung hingga Minggu (14/7/2019). Di hari ketiga dan keempat, panggung di Monumen Serangan Umum 1 Maret diisi dengan pertunjukan seni dan lomba dari Dinas Pariwisata Kota Jogja.
Memulai usaha tak perlu dengan cara yang rumit. Hobi pun dapat menjadi batu pijakan untuk menganyam bisnis. Setidaknya inilah yang dijalani pemilik Sokesokus, Yeni Arsih yang hobi untuk makan.
Kabupaten Kulonprogo, DIY memiliki berbagai potensi termasuk ragam kerajinan. Melimpahnya serat agel menjadi peluang untuk mengisi pundi-pundi. Salah satu UKM yang menangkap peluang ini adalah Rafael Craft di Tuksono, Sentolo, Kulonprogo yang dimiliki oleh Hariyati dan Suyanto.