Jokowi Mengaku Diserang Empat Isu Hoaks Berbau Fitnah
Menjelang pemilu, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan dirinya dihadapkan pada empat isu hoaks yang berbau fitnah menjelang 40 hari pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019.
Menjelang pemilu, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan dirinya dihadapkan pada empat isu hoaks yang berbau fitnah menjelang 40 hari pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI terus memvalidasi berita yang beredar. Rupanya, jumlah berita bohong atau hoaks terus bertambah sejak pertengahan tahun lalu.
Kasus hoaks dan fitnah kali ini menyerang Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Bahkan, Mahfud MD hari ini resmi melaporkan adanya hoax, fitnah dan pencemaran nama baiknya yang disebarkan oleh akun @KakekKampret_ di media sosial Twitter ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (01/02/2019).
erdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet mengacungkan dua jari saat menjalani sidang perdana, Kamis (28/2/2019).
Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tentang adanya dugaan produsen hoaks yang terorganisir di Pemilu 2019 ditanggapi Polri.
Calon Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ma'ruf Amin mengatakan pembuat berita bohong atau hoaks merupakan calon ahli neraka.
Minat membaca orang Indonesia dinilai rendah. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pernah mengungkapkan, bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca.
Peredaran hoaks atau kabar bohong terus dikendalikan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengidentiifikasi sebanyak 175 konten hoaks atau berita bohong yang menyebar di Internet dan media sosial selama Januari 2019. Jumlah konten hoaks terbanyak ditemukan pada tanggal 22 Januari 2019 yakni sebanyak 11 konten.
Subdit pengendalian konten internet Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis laporan isu hoaks pekan ini.
Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menangkap MIK, seorang lelaki 38 tahun karena sebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. MIK merupakan pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. MIK adalah seorang guru di Cilegon, Banten.