Ferdy Sambo Hela Napas Panjang lalu Coret Kertas Dakwaan Kasus Brigadir J
Ferdy Sambo beberapa kali menghela nafas panjang sembari mencoret berkas dakwaan dengan stabilo dan pulpen miliknya.
Ferdy Sambo beberapa kali menghela nafas panjang sembari mencoret berkas dakwaan dengan stabilo dan pulpen miliknya.
Ferdy Sambo membohongi pimpinannya karena mengaku tidak ikut menembak dan membunuh Brigadir J.
Usai mengeksekusi Ferdy Sambo menyusun skenario untuk menghilangkan jejak pembunuhan Brigadir J.
Setelah mendengar perintah Ferdy Sambo, Bharada E mengeksekusi Brigadir J dengan pikiran tenang dan matang tanpa keraguan sedikitpun.
Ferdy Sambo menjanjikan uang Rp1 miliar dan iphone kepada Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu setelah menghabisi nyawa Brigadir J.
Mirip adegan film aksi, Ferdy Sambo menghampiri tubuh Brigadir J yang masih merintih kesakitan dan menembakkan pistol ke arah kepala anak buahnya itu.
Pihak Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) punya pengakuan yang berbeda dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Novita Brazil, seorang warga negara Indonesia (WNI), tewas setelah menjadi korban salah tembak di Kota Texas, Amerika Serikat.
Mantan perwira polisi, Panya Kamrab memutuskan membunuh keluarga dan dirinya sendiri usai melakukan aksi penembakan massal yang tewaskan 34 orang.
Berikut kronologi penembakan massal di tempat penitipan anak di Thailand yang menewaskan 34 orang.