Balas Pembunuhan Soleimani, Iran Ancam Antek Amerika Serikat
Menteri Pertahanan Iran memperingatkan siapa saja yang berpihak kepada Amerika Serikat dalam pembunuhan jenderal Qassem Soleimani.
Menteri Pertahanan Iran memperingatkan siapa saja yang berpihak kepada Amerika Serikat dalam pembunuhan jenderal Qassem Soleimani.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam serangan Amerika Serikat yang menewaskan membunuh perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak.
Sedikitnya 30 orang tewas dan 33 lainnya terluka akibat serangan di sebuah akademi militer di Ibu Kota Libya, Tripoli, Sabtu (4/1/2020) malam.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menyerang 52 lokasi di Iran jika Iran menyerang aset maupun warga AS. Ketegangan AS dan Iran meningkat menyusul serangan pesawat tak berawak yang menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani dan seorang pemimpin milisi Irak.
Iran bereaksi terhadap pembunuhan komandan militer paling terkemuka Iran, Qassem Soleimani, oleh Amerika Serikat. Iran menganggap insiden ini sebagai hal nyata untuk memulai perang dan "balasan terhadap aksi militer adalah aksi militer," kata duta besar Iran untuk PBB Pada Jumat (3/1/2020) waktu New York atau Sabtu (4/1/2020) waktu Jakarta.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, mendesak semua warganya untuk segera meninggalkan Irak. Imbauan tersebut keluar beberapa jam setelah AS membunuh Komandan Pasukan Quds Iran Jendral Qassem Soleimani dan Komandan Milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan udara pada Jumat (3/1/2020).
Pentagon menegaskan serangan roket Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Jumat (3/12/2019) pagi menewaskan pimpinan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Departeman Pertahanan AS itu menuding Soleimani merencanakan serangan terhadap AS di Irak dan Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran dan pasukan-pasukan anti-Amerika Serikat di seluruh dunia Muslim disebut akan membalas pembunuhan pemimpin Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani.
Pemimpin pasukan Quds Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang dibunuh Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump, dikenal sebagai sosok pejuang.
Kabar tewasnya komandan pasukan elit Quds Iran Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan pasukan Amerika Serikat di Irak direspon oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.