Bagai Pisau Bermata Dua, Pembangunan Jadi Ancaman Warisan Cagar Budaya
Proses pembangunan yang tidak memperhatikan warisan cagar budaya bisa menjadi ancaman. Penataan ruang dan wilayah diharapkan benar-benar memperhatikan persoalan tersebut.
Proses pembangunan yang tidak memperhatikan warisan cagar budaya bisa menjadi ancaman. Penataan ruang dan wilayah diharapkan benar-benar memperhatikan persoalan tersebut.
Seorang warga di Dusun Pete Timur, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, menemukan sebuah batu di Sungai Tegal yang ada di dusun setempat. Batu tersebut diduga merupakan benda cagar budaya (BCB).
Tetenger atau penanda bangunan cagar budaya di depan bekas tempat kerja Jenderal Sudirman yang sempat hilang kini dijaga ketat oleh Jogoboro selama 24 jam. Sosialisasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) juga dilakukan untuk menghindari miskomunikasi antara pihak UPT Malioboro dan PKL.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro yang akhirnya mengaku melepas benda itu beberapa waktu lalu, lupa memasangnya kembali.
Komponen penyusun tetenger tersebut, tersusun dari beberapa signage heritage, yakni pelat miring dan ditopang oleh penyangga. Di pelat miring itulah akan ditulis keterangan sesuai dengan cagar budaya yang ada di depannya. Akan tetapi, pelat miring di depan bekas kamar kerja Sang Panglima Besar itu memang belum diisi keterangan.
Terowongan zaman Belanda yang terutup selama 20 tahun di Kulonprogo kini dibuka untuk publik.
Kota Jogja memiliki banyak peninggalan sejarah yang perlu mendapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah dan masyarakat
Banyak keris-keris hasil karya para empu zaman kerajaan tersimpan di sejumlah museum di Belanda karena memiliki nilai sejarah tinggi.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan segera memulai langkah penyelamatan Hotel Tugu, yang notabene merupakan bangunan cagar budaya. Penyelamatan akan diawali dengan cara mencari tahu apa rencana yang sudah disiapkan oleh pengelola.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dinilai perlu mengambil langkah penyelamatan Hotel Tugu