Isi Liburan, 800 Anak Ikuti Lomba Mewarnai
Ratusan anak dari berbagai jenjang usia mengikuti lomba mewarnai di Taman Pintar Jogja, Sabtu (30/6/2018). Gelaran tersebut bagian dari kampanye agar orang tua mendukung potensi anak.
Ratusan anak dari berbagai jenjang usia mengikuti lomba mewarnai di Taman Pintar Jogja, Sabtu (30/6/2018). Gelaran tersebut bagian dari kampanye agar orang tua mendukung potensi anak.
Pemkot Jogja diminta mematangkan perencanaan terkait penataan wajah kota. Selama perencanaan disiapkan dengan matang, berapapun kebutuhan anggarannya bisa dicukupi melalui Danais meskipun secara bertahap.
Acara tahunan Pasar Kangen akan kembali digelar pada 7-16 Juli 2018. Tahun ini, kegiatan yang sudah dilakukan sejak 2007 itu, mengangkat tema Pasrawungan Ajur Ajer. Dengan tema itu, Pasar Kangen edisi ke-11 ingin menjadi tempat pertemuan alternatif, di mana orang-orang dari berbagai status sosial dan latar belakang melebur jadi satu.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi masih belum dipahami dengan baik oleh orang tua. Selain sistem ini baru pertama kali diterapkan, Dinas Pendidikan (Disdik) juga terus melakukan evaluasi.
Buruknya penegakan hukum menyebabkan rasa hormat dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum dari hari ke hari semakin menipis.
Sebanyak sembilan cabang Paguyuban Wehrkreis (PWK) III Jogja mendesak agar pelaksanaan musyawah besar (Mubes) Badan Pengurus Pusat (BPP) PWK III yang rencananya akan digelar 28-29 Juni di Hotel Inna Garuda ditunda. Penundaan tersebut juga mendapat dukungan dari 13 PWK III lainnya di Indonesia.
Uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Terban, Jogja yang digelar sejak sepekan sebelum Lebaran 2018, bakal dipermanenkan. Setelah pengaspalan ulang, rambu dan marka jalan akan dipasang.
Meski sidang yang diterapkan pada ke-21 jukir itu adalah sidang tindak pidana ringan (tipiring), namun optimalisasi sanksi terhadap pelaku akan dilakukan.
Polresta Jogja bersama instansi terkait membuka sembilan posko pengamanan dan posko pelayanan di sejumlah titik di Kota Jogja.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk DIY sebagai City of Culture perhimpunan negara-negara Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan nama ASEAN. DIY dipilih karena dianggap sebagai daerah dengan tingkat kepadatan Kebudayaan tertinggi di Indonesia.