Asyik..Sleman Malam Ini Diramalkan Bakal Diguyur Hujan
Musim hujan sudah ditunggu-tunggu warga DIY yang sudah sekian bulan merasakan kemarau.
Musim hujan sudah ditunggu-tunggu warga DIY yang sudah sekian bulan merasakan kemarau.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan hal itu juga sesuai dengan hasil prediksiNOAA dan NASA Amerika Serikat serta JAMSTEC Jepang.
Sejak Minggu (20/10/2019) malam kawasan Gunung Merapi dilanda angin kencang dengan kecepatan mencapai 80 kilometer (km) per jam. Diduga, aktivitas vulkanis Merapi saat ini ikut memicu terjadinya angin kencang di lereng gunung berketinggian 2.930 mdpl tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengimbau masyarakat mulai melakukan persiapan menghadapi peralihan musim kemarau ke musim penghujan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan fenomena angin kencang merupakan tanda peralihan dari musim kemarau menuju penghujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba.
Stasiun Klimatologi Yogyakarta memperkirakan, pada 10 hari ke depan, DIY sudah mulai diguyur hujan. Wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara menjadi wilayah pertama di DIY yang akan diguyur hujan.
Musim penghujan diprediksi masih belum terjadi dalam waktu dekat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir pada 25 hingga 27 September 2019 dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi terjadi perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak tanggal 21 September 2019.
Hasil pantauan yang dilakukan BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu udara maksimum di siang hari beberapa hari ini berkisar antara 32-33 derajat celsius. Dari data yang dimiliki oleh BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu maksimum tertinggi untuk wilayah DIY paling banyak terjadi antara September-Oktober.