Begini Kondisi Malioboro Saat Akhir Pekan Setelah Relokasi PKL
Pengunjung terpantau memadati kawasan Malioboro, Sabtu (19/2/2022) malam. Pengunjung banyak berkegiatan di area pedestrian sisi Timur dan Barat.
Pengunjung terpantau memadati kawasan Malioboro, Sabtu (19/2/2022) malam. Pengunjung banyak berkegiatan di area pedestrian sisi Timur dan Barat.
Kawasan Malioboro sangat kondang di Jogja. Pusat perbelanjaan dan wisata di Jogja ini berada di jantung kota. Namun, warga Jogja mungkin belum banyak yang tahu arti dan sejarah nama Malioboro tersebut.
Para pemilik toko di kawasan Malioboro mulai bersiap mengubah wajah kawasan tersebut seperti yang direncanakan pemerintah. Pertokoan di Malioboro akan diseragamkan warna catnya yakni putih.
Wajah kawasan Malioboro mulai ditata perlahan. Beberapa pemilik toko di Jalan Malioboro mulai memperindah bangunannya.
Pemerintah terus bebenah menata wajah kawasan Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata di Jogja. Malioboro ke depan bahkan bakal ditata tidak seperti konsep modern saat ini.
Pedagang kaki lima alias PKL yang semula menempati trotoar Malioboro kini sudah pindah ke dua alamat baru, yakni Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Toko di sepanjang Malioboro akan dicat ulang agar lebih tertata dan seragam.
Pameran seni jalanan atau street art dan atraksi budaya akan dipentaskan di Malioboro tiap pekan supaya tempat wisata paling legendaris di Jogja itu tidak sepi sepeninggal pedagang kaki lima (PKL) yang kini sudah menempati Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyebut bakal melakukan penataan lanjutan di kawasan Malioboro setelah pedagang kaki lima (PKL) rampung direlokasi ke tempat baru yakni Teras Malioboro I dan teras Malioboro II. Penataan secara bertahap termasuk kegiatan pengisi di area itu akan dilakukan sepanjang tiga bulan ke depan.
Penataan kawasan Malioboro Jogja tidak akan berhenti pada penataan pedagang kaki lima (PKL), tetapi akan tetap berlanjut dengan menata wajah kawasan utama wisata di Jogja itu. Salah satu konsep yang diusung adalah penataan untuk mencerminkan Malioboro dari masa ke masa.