Kesal dengan Aktivitas di Eks Bioskop Indra, Sukrisno Wibowo Pasang Spanduk Peringatan
Kesal karena pembangunan sentra PKL di eks lahan Bioskop Indra terus berlanjut, Sukrisno Wibowo dan kawan-kawan memasang spanduk peringatan di area proyek
Kesal karena pembangunan sentra PKL di eks lahan Bioskop Indra terus berlanjut, Sukrisno Wibowo dan kawan-kawan memasang spanduk peringatan di area proyek
Beberapa pihak yang mengatakan memiliki hak atas lahan eks Bioskop Indra termasuk Sukrisno Wibowo mengharap Pemda DIY mematuhi proses hukum
Manajer PT F. Syukri Balak, kontraktor penataan sisi barat Malioboro, Eri Purnomo memastikan pada H-7 sampai H+7 tak ada pekerjaan sama sekali. Bahkan sejak H+7 sampai H+14 pun pengerjaan belum sepenuhnya dilakukan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh menjelaskan selama pembangunan jalur pedestrian sisi barat, moda transportasi tradisional tersebut masih bisa ngetem di lokasi yang ditentukan.
Pemkot Jogja masih menunggu selesainya pembangunan eks Bioskop Indra sebelum menentukan penataan para pedagang kali lima (PKL) Malioboro.
Meskipun revitalisasi sisi barat Malioboro saat ini tengah berlangsung, tapi pendapatan pedagang kaki lima (PKL) di area itu tidak terlalu berpengaruh. Selama long weekend ini mereka meraup banyak keuntungan
Bioskop Indra bukanlah cagar budaya, melainkan warisan budaya. Itulah sebabnya gedung tersebut bisa dibangun ulang, dengan catatan ada penanda sebagai jejak sejarah.
Pembersihan lahan gedung bekas Bioskop Indra ditargetkan selesai, Minggu (1/4). Mulai Senin (2/4), pelaksana proyek pembangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) di area bekas Bioskop Indra bakal mengukur ulang (uitzet) lahan tersebut. Dengan begitu, pembangunan akan dilakukan pada Rabu (4/4).
Dengan demikian, ruas jalan yang sangat ramai wisatawan itu hanya boleh dilewati andong dan becak. Sementara, kendaraan bermotor yang boleh melintas cuma Trans Jogja