Dukung PPKM Darurat, AirAsia Hentikan Penerbangan Sebulan Penuh
Maskapai penerbangan AirAsia menghentikan seluruh penerbangan AirAsia di Indonesia untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberlakukan PPKM Darurat.
Maskapai penerbangan AirAsia menghentikan seluruh penerbangan AirAsia di Indonesia untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberlakukan PPKM Darurat.
PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan penyesuaian di sejumlah bandara yang dimilikinya seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.
Penerbangan Jumat dijadwalkan pukul 10 pagi waktu Seattle, meskipun jadwal dapat berubah tergantung pada cuaca atau faktor lain.
Pergerakan pesawat di Indonesia di tahun kedua pandemi Covid-19 semakin membaik, yakni mencapai 60 persen dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Kasi Prosedur Navigasi Penerbangan Direktorat Navigasi Penerbangan Hendra Ahmad Firdaus menekankan penerbangan balon udara harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Citilink menjadi maskapai pertama yang mencatat sejarah melakukan penerbangan komersial di Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Selain tiket pesawat terbang termurah, di dunia, ada juga tiket penerbangan termahal dengan layanan yang cenderung mewah.
Garuda Indonesia juga akan melakukan restrukturisasi bisnis yang mencakup pengurangan jumlah armada pesawat hingga 50 persen.
Sebelumnya PTGarudaIndonesia(Persero) Tbk. (GIAA) berencana merestrukturisasi bisnisnya. Kebijakan ini berpotensi mengurangi jumlah pesawat yang dioperasikannya menjadi kurang dari setengah armada utama demi bertahan dari krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.
Bandara Jenderal Besar Soedirman sendiri merupakan bandara penunjang penerbangan bagi wilayah sekitar antara lain Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Wonosobo.