Putin Salahkan ISIS dan Cari Aktor Intelektual di Balik Serangan Teroris Moskow
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kali menyalahkan kelompok Islam radikal ISIS atas serangan teroris di sebuah gedung konser di Moskow
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kali menyalahkan kelompok Islam radikal ISIS atas serangan teroris di sebuah gedung konser di Moskow
Serangan teroris dalam sebuah acara konser musik di Moskow, Rusia, Jumat (22/3/2024) malam menewaskan sedikitnya 115 orang hingga Sabtu (23/3/2024).
Sekretaris pers Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Karine Jean-Pierre menegaskan bahwa kelompok teroris negara Islam (ISIS) adalah musuh bersama.
Penasihat kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan negaranya "tidak memiliki hubungan sedikitpun" dengan serangan teroris pada Jumat di ibu kota Rusia,
gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai menyala dengan warna bendera Rusia, pada Minggu (24/3/2024).
Tanggal 24 Maret dinyatakan sebagai hari berkabung nasional di Rusia. Langkah tersebut dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah terjadu aksi terorisme di
Serangan teroris di Moskow Rusia setidaknya menewaskan 60 orang dan 140 orang terluka. Beberapa saksi yang berada di dalam gedung tersebut mengungkapkan kondis
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk sekeras-kerasnya serangan penembakan mematikan pada Jumat (22/3/2024)
ISIS, kelompok militan yang pernah berusaha menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah, mengaku bertanggung jawab atas penembakan di lokasi konser Crocus
Ukraina menyatakan tidak terlibat dalam serangan penembakan mematikan yang menargetkan sebuah balai konser di wilayah Moskow, Rusia.