Muncul Rojali dan Rohana, Wamendag Bantah Disebabkan Penurunan Daya Beli
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menepis hadirnya fenomena rombongan jarang beli atau Rojali dan rombongan hanya nanya atau Rohana
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menepis hadirnya fenomena rombongan jarang beli atau Rojali dan rombongan hanya nanya atau Rohana
Dosen Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo memiliki pandangannya sendiri akan fenomena Rombongan Jarang Beli (Roja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim konsumsi masyarakat masih positif.
Harianjogja.com, JOGJA— Fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana) di pusat perbelanjaan akhir-akhir ini banyak diperbincangkan.
Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat secara persentase jumlah penduduk miskin di DIY pada Maret 2025 mencapai 10,23 persen
Fenomena rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) dianggap sebagai cerminan kondisi ekonomi masyarakat.
Jika ditangani dan didampingi orang-orang profesional kemungkinan suksesnya akan besar terutama untuk mengangkat ekonomi rakyat.
Survei PwC's 2025 Voice of the Consumer menunjukkan bahwa 50% konsumen Indonesia lebih khawatir tentang ketidakstabilan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Mardiyana menuturkan sepanjang lima tahun terakhir, Himbarsi DIY menggelar sejumlah kegiatan, baik di level nasional maupun regional.