Lewat Operasi Pasar, Pemerintah Terus Berupaya Stabilkan Harga Pangan
Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga pangan melalui operasi pasar guna menurunkan tren kenaikan harga beberapa bahan pangan menjelang akhir tahun ini.
Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga pangan melalui operasi pasar guna menurunkan tren kenaikan harga beberapa bahan pangan menjelang akhir tahun ini.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintah untuk tetap menjaga situasi kondusif pemulihan ekonomi nasional jelang libur panjang akhir tahun ini, kendati kasus varian B.1.1.529 atau Omicron sudah teridentifikasi di Ibu Kota.
Luhut menyebutkan indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 30,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan banyak orang akan kesepian pada 2045 karena beberapa orang tidak bisa masuk ke dunia virtual.
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta bertekad meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) pada 2022 mendatang.
Masih dalam rangka mengawal pemulihan ekonomi dengan mengakselerasi belanja Pemerintah Pusat dan belanja Pemerintah Daerah, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY melibatan seluruh DPKAD mitra kerja kembali menggelar Focus Group Discussion Akselerasi Belanja Pemerintah Daerah, DAK Fisik dan Dana Desa Untuk Dukungan Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi DIY (Rabu, 8/12/2021).
Dana yang telah disalurkan untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) di DIY mencapai Rp2,39 triliun. Jumlah ini setara dengan 16,5% APBN untuk DIY tahun ini. Dalam pelaksanaannya, dana tersebut disalurkan melalui beberapa cluster.
Upaya pencegahan penyebaran omicron menjadi sangat penting di tengah tren pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan dengan cepat dan optimal.
"Nilai quantitative easing mereka sangat besar sehingga memengaruhi likuiditas global."