Hasil Survei BI: Juni 2021, Persepsi Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Membaik
BI mencatat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Juni 2021 tercatat sebesar 90,3, meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 86,8.
BI mencatat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Juni 2021 tercatat sebesar 90,3, meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 86,8.
Kawasan Ekonomi Khusus Gresik JIIPE yang dimiliki oleh PT AKR Corporindo Tbk (IDX ticker code: AKRA.IJ) dan Pelindo III telah resmi disahkan sebagai KEK Teknologi & Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Inflasi di DIY pada Juni 2021 pada angka 0,05%. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah telur ayam ras naik sebesar 7,75%.
Seiring dengan kinerja APBN Nasional, kinerja APBN di DIY sampai dengan Mei tahun 2021 juga menunjukkan perbaikan dibanding periode Mei 2020. Pendapatan Negara mencapai Rp2,54 triliun atau tumbuh 0,6 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa ada faktor seasonal (musiman) pada kisaran Mei 2021 yang memengaruhi meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Kementerian Perindustrian semakin menggaungkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), karena dinilai dapat membangkitkan kembali gairah usaha bagi para pelaku industri di tanah air yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Guna memulihkan perekonomian dari kondisi resesi, banyak negara meletakkan prioritas pembangunan pada program-program yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi seperti bantuan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan insentif untuk dunia usaha. Tidak terkecuali Indonesia.
Indomobil Finance berhasil membukukan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,9 triliun pada 2020.
Pandemi COVID-19 berdampak pada perekonomian nasional. Dampak yang muncul, dimulai dengan adanya pembatasan mobilitas penduduk, terciptanya pengurangan laju konsumsi masyarakat, dan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Situasi ini tentunya memberatkan masyarakat Indonesia.
Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk Indonesia. Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pemanfaatan dana tersebut untuk mendukung reformasi pemerintah Indonesia guna memperdalam, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat, ketahanan sektor keuangan.