Manajemen Fiskal Indonesia Bagus, Jokowi Dipuji ADB
Asian Development Bank (ADB) memuji manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang dilakukan sangat baik sehingga fundamental ekonomi Tanah Air tetap kuat.
Asian Development Bank (ADB) memuji manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang dilakukan sangat baik sehingga fundamental ekonomi Tanah Air tetap kuat.
Pemerintah mencantumkan sasaran angka kemiskinan tahun depan sebesar 8,5 persen-9,0 persen, sementara rasio Gini diperkirakan sebesar 0,375-0,380.
Sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik,Bank Indonesia (BI) membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif. Yakni dengan memangkas suku bunga acuan.
Pada akhir kuartal I /2019, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat tumbuh 7,9% menjadi US$387,6 miliar.
Rata-rata dari konsensus sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan pertama 2019 akan mencapai 5,16 persen dan nilai tengahnya sebesar 5,18 persen. Kuartal I/2018 PDB Indonesia tumbuh 5,06 persen.
Pemerintah Indonesia mengajukan pinjaman bantuan darurat kepada Asian Development Bank (ADB) senilai US$297,91 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.
Pemerintah Pusat sedang menggodok rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Sejumlah pertanyaan tentang nasib DKI Jakarta ke depan pun mulai bermunculan.
Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi bakal dilanda cuaca ekstrem seminggu ke depan.
Dari waktu ke waktu perekonomian Indonesia justru semakin tertutup. Sepanjang sejarah kemerdekaan, perekonomian Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing.
Pemerintah menyalurkan dana kelurahan tahap I. Hingga 8 April 2019, dana ini telah disalurkan kepada 92 daerah penerima dari 410 daerah penerima Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan.