Ini Alasan Erick Thohir Cocok Masuk Kabinet
Erick Thohir dinilai cocok mengisi kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Erick Thohir dinilai cocok mengisi kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pengamat politik senior dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengkritik bergabungnya Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, dalam kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo Jilid II.
Kalangan ekonom memberikan sambutan positif atas munculnya sejumlah tokoh muda dalam bursa calon menteri yang akan masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo Jilid II.
Pemerintah melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyatakan, vape atau rokok elektrik memang berbahaya. Namun produk tersebut sulit untuk dilarang total beredar di Indonesia.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mendorong pemerintah membuat regulasi terkait pembatasan penjualan vape atau rokok elektrik untuk menghindari konsumsi di kalangan anak di bawah umur.
Kajian tentang dampak buruk rokok elektrik (vape) terus dilakukan, terutama dengan masalah paru-paru kini menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, yang lebih menghawatirkan para ilmuwan yakni efek vape terhadap otak remaja.
Protes penggunaan rokok elektrik di Amerika Serikat semakin meluas hingga dunia penerbangan. Presiden Asosiasi Petugas Penerbangan (AFA-CWA) Sara Nelson mendorong Lembaga Regulator Penerbangan Sipil di Amerika Serikat alias Federal Aviation Administration (FAA) melarang rokok elektrik atau vape untuk dibawa di pesawat karena baterai lithium-ion dinilai bisa menyebabkan bahaya kebakaran.
Hal tak terduga dialami dua orang ilmuwan Amerika dan seorang ilmuwan Inggris. Mereka dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran karena menemukan perubahan molekuler yang mengatur bagaimana sel beradaptasi dengan kadar oksigen yang berfluktuasi.
Kepolisian Filipina menangkap seorang wanita asal Indonesia bernama Agnes Alexandra karena kedapatan membawa obat terlarang senilai PHP 54 juta atau setara dengan Rp14,77 miliar di tas jinjingnya.
Atas nama pengurangan pencemaran, para produsen kini berlomba-lomba berinovasi menciptakan sedotan yang tak hanya sekadar ramah lingkungan tapi bahkan bisa dimakan.