Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, DPR Minta Regulator Tingkatkan Pengawasan
DPR meminta pemerintah sebagai regulator untuk aktif dalam meningkatkan pengawasan agar tidak mempenaruhi citra maskapai Indonesia di mata dunia.
DPR meminta pemerintah sebagai regulator untuk aktif dalam meningkatkan pengawasan agar tidak mempenaruhi citra maskapai Indonesia di mata dunia.
Sriwijaya Air berharap hasil pemeriksaan FDR dari black box SJ-182 bisa mengakhiri spekulasi mengenai penyebab kecelakaan pesawat yang berkembang di masyarakat.
Kemenhub berpendapat peringkat keselamatan maskapai tidak diperlukan karena jika salah satu aspeknya tidak dipenuhi akan langsung grounded.
Hujan yang terus menerus dengan intesitas tinggi di daerah Brebes telah menyebabkan banjir dengan arus deras yang menyebabkan tiang pilar jembatan setinggi 22 meter roboh dan patah.
Kotak hitam ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pukul 16.20 WIB. Kotak hitam ini ditemukan setelah empat hari pencarian.
Masyarakat tidak perlu khawatir usai pemerintah mencabut aturan batas tingkat isian penumpang 70 persen karena sudah dibarengi dengan pengetatan protokol kesehatan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan hasil investigasi SJ-182 dengan menduga mesin pesawat masih dalam kondisi aktif sebelum membentur air.
Adanya dugaan penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang menggunakan identitas palsu membuat sistem keamanan penerbangan Indonesia memiliki kelemahan.
Pesawat jenis B737-500 tersebut telah mengantongi Sertifikat Kelaikudaraan yang diterbitkan oleh Kemenhub dengan masa berlaku sampai dengan 17 Desember 2021.
Desain mesin yang modern diklaim hanya berkorelasi dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat, lebih senyap, lebih ramah lingkungan.