Maskapai di Kalimantan Rugi Besar karena Kabut Asap
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan merugikan maskapai penerbangan dan gerai bandara.
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan merugikan maskapai penerbangan dan gerai bandara.
Ketua Tim Evakuasi Rescue Whale Shark Paiton, Imam Wibowo melaporkan bahwa kegiatan evakuasi berhasil dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 16 September2019 19 September 2019, menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan prinsip Animal Walfare serta keamanan dan keselamatan personil.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkirakan kerugian aset akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai 672 hektare.
Pemerintah Indonesia bercita-cita mengembangkan transportasi tanpa awak untuk masa depan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bappenas telah menentukan lahan yang dipergunakan untuk ibu kota baru seluas 250.000 hektare di kawasan Pennajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Jamartin Sihite mengatakan bahwa sejauh ini, total sekitar 80 hektare hutan gambut di wilayah kerjanya diterjang api.
Aktivitas penerbangan dari dan menuju Balikpapan lumpuh total akibat kabut asap pada Minggu (15/9/2019).
Kementerian Tenaga Kerja masih menunggu pematangan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia.
Pembangunan bendungan akan menjadi prioritas Kalimantan Timur untuk mencukupi pasokan air baku.
Calon Ibu Kota baru, Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan masih mengalami defisit produksi beras sebesar 60.000 ton atau setara dengan 10.000 hektare lahan.