Soal Swab, Kubu Rizieq Shihab Berlindung di Balik Pernyataan Jokowi
Sejumlah pihak menginginkan keterbukaan Rizieq Shihab, sedangkan pihak lain mengingatkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020.
Sejumlah pihak menginginkan keterbukaan Rizieq Shihab, sedangkan pihak lain mengingatkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020.
Belakangan ini, pemeriksaan tes usab atau swab test Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait Covid-19 menjadi polemik. Sejumlah pihak menginginkan keterbukaan, sedangkan ada juga yang berlindung di belakang pernyataan Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020.
Epidemiolog dari FKM UI Pandu Riono mengatakan belum ada aksi strategis pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 sehingga kasus positif terus meningkat.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa penambahan kasus positif sepekan terakhir jadi alaram.
Kesepakatan terkait pajak digital diharapkan bisa terealisasi pada KTT G20 tahun depan di Italia. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)sebelumnya elah menyampaikan dua pilar untuk disepakati anggota G20.
Video pencopotan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab viral di media sosial. Belum ada pihak yang bertanggung jawab menurunkan baliho tersebut.
Sebelumnya epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa rata-rata kesembuhan bukan indikator keberhasilan penanganan Covid-19.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakanMuhammadiyah telah mengisi 108 tahun umurnya dengan banyak karya dan kontribusi.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) 2003-2008 Jimly Asshiddiqie menyebut pidato Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab penuh kebencian. Menurut dia, polisi harus menindak Rizieq agar provokasi tersebut tidak menyebar luas.
Kasus positif Covid-19 yang tercatat pada hari ini bisa jadi lebih banyak jika 143 lab sudah melaporkan hasil pemeriksaan mereka.