PEMILU 2014 : Tak Ada Cadangan, Kotak Suara Rusak akan Diperbaiki
Harianjogja.com, BANTUL- Komisioner KPU Bantul Divisi Logistik, Didik Joko Nugroho menyatakan, lembaganya tidak mempunyai kotak suara cadangan karena sesuai aturan tidak dibolehkan.
Harianjogja.com, BANTUL- Komisioner KPU Bantul Divisi Logistik, Didik Joko Nugroho menyatakan, lembaganya tidak mempunyai kotak suara cadangan karena sesuai aturan tidak dibolehkan.
Harianjogja.com, BANTUL-Jelang Pemilu ratusan kotak suara di Bantul rusak. Padahal tidak ada kotak suara cadangan yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL-Sekretaris DPRD Bantul Helmi Jamharis memastikan, kunjungan kerja anggota (kunker) Dewan ke luar daerah terus berlanjut kendati sebelumnya sempat menuai kritik.
Harianjogja.com, BANTUL—Siswa yang mengalami trauma karena kekerasan yang dilakukan guru tak hanya satu kasus. Kini ada lagi siswa yang telah lama berhenti sekolah karena trauma setelah mengalami kekerasan psikologis dari guru.
Harianjogja.com, BANTUL—Buron korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang merupakan mantan DPRD Sragen, ditangkap di Bantul Sabtu (22/2/2014) petang.
Harianjogja.com, BANTUL-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bantul menegaskan bakal mencoret pegawai honorer Kategori II dari daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bila terbukti melakukan kecurangan dalam proses seleksi.
Harianjogja.com, BANTUL-Selama Februari 2014, DPRD Bantul banyak kegiatan di luar kantor, termasuk kunjungan kerja (kunker) ke luar Jawa. Terakhir, Rabu (19/2/2014) anggota Komisi B dan D kunker ke Bali.
Harianjogja.com, BANTUL-Anak Balita,2, tewas tenggelam di sungai yang melintasi Dusun Samporan, Caturharjo, Pandak, Bantul. Mayat bocah bernama Muhamad Ahsin itu ditemukan mengambang di sungai di dekat rumahnya pada Kamis (20/2/2014) siang setelah hilang sejak pagi.
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul berjanji akan memperjuangkan nasib para pegawai honorer di wilayah tersebut ke pemerintah pusat.
Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan pegawai honorer Kategori II yang tidak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memprotes pemerintah dan mengeluhkan ketidakjelasan status kepegawaian mereka.