BPNT Rawan Tak Tepat Sasaran, Pemkab Gunungkidul Harus Perbaharui Data
Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan data penerima bantuan tersebut harus dikaji dengan benar. Dia bahkan melarang Pemkab mengandalkan data pada tahun sebelumnya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan data penerima bantuan tersebut harus dikaji dengan benar. Dia bahkan melarang Pemkab mengandalkan data pada tahun sebelumnya.
Pertanian Gunungkidul memasuki masa panen kacang tanah. Produksi kacang tanah Gunungkidul dinilai memiliki potensi yang besar dibandingkan kabupaten/kota lain di DIY.
Ketua ORI DIY, Budhi Masthuri mengatakan KP4 merupakan kepanjangan tangan dari ORI DIY di tingkat kabupaten. Dia mengatakan ORI DIY memang memiliki partner kerja yang ia sebut sebagai Sahabat Ombudsman.
Salah satu yang menjadi perhatian terkait ruang laktasi terlampau jauh dari ruang tunggu sehingga saat menyusui orangtua pasien tidak dapat mendengar panggilan dari tempat informasi.
Polres Gunungkidul melayangkan surat permohonan melakukan audit ke Inspektorat Daerah, terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) di Desa Monggol, Saptosari dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Ombusdman Republik Indonesia (ORI) DIY mendatangi warga Rejosari, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari yang menggugat terkait ganti rugi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) karena dinilai tidak sepadan. ORI DIY menilai ada dugaan malaadministrasi dalam permasalahan ini.
Berbekal dari dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Pemdes Selang serta dan pengalaman mengikuti beberapa pelatihan daur ulang sampah, dia pun berinisiatif untuk menghidupkan bank sampah yang dimulai sejak 2012 dengan diawali dengan gerakan bertajuk Sedekah Sampah.
Saat ini ada sekitar 12.000 LPJU yang ada di Gunungkidul, yang terbagi, kewenangan pusat yang menyangkut LPJU di jalan nasional sejumlah 1.000, kewenangan provinsi 2.000, dan kewenangan Kabupaten 9.000.
Warga Desa Monggol, Saptosari, mengeluhkan adanya dugaan Pungutan Liar (pungli) terkait program Prona atau saat ini dikenal dengan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh pihak Desa
Kejadian tersebut bermula saat korban datang bersama rombongan dari Pondok Pesantren Imam Bukhori, Karanganyar pukul 09.00 WIB. Korban bermain hingga ke tengah pantai dan menyebabkan terseret.