SENGKETA PILPRES 2014 : KPU Gunungkidul Sudah Rogoh Rp50 Juta Untuk PHPU
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul sudah menghabiskan dana sekitar Rp50 juta untuk menghadapi Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul sudah menghabiskan dana sekitar Rp50 juta untuk menghadapi Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul menyarankan nelayan di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang memakai generator untuk penerangan bagi daerah yang belum teraliri listrik.
Menjadi petugas inti ketika momen peringatan kemerdekaan Negara tercinta mampu memberikan kebanggaan tersendiri. Berikut kisah yang dihimpu wartawan Harianjogja.com, Kusnul Isti Qomah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menunggu perkembangan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa hasil Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 lalu.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Nelayan di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang berharap segera ada pemasangan listrik di area pantai.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kegiatan Pramuka di Gunungkidul dinilai semakin menggeliat setelah sempat lama vakum.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Meski tergolong sebagai barter, tradisi ngurup tidak dapat dilakukan asal-asalan. Ada patokan nilai yang disesuaikan dengan harga pasaran. Mengenai indikator ukuran barang yang ditukarkan, warga Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari dan Desa Girikarto, Kecamatan Panggang juga sudah memiliki kesepakatan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kebakaran terjadi pada penampungan bahan bakar sebuah pabrik tahu di Dusun Seneng, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Rabu (13/8/2014).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Tradisi barter atau menukar barang dengan barang, rupanya masih bisa ditemui di beberapa wilayah di Gunungkidul. Misalnya saja di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari dan Desa Girikarto, Kecamatan Panggang. Orang lokal menyebutnya dengan istilah ngurup. Dalam tradisi ngurup warga menukarkan hasil pertanian dengan bahan kebutuhan pokok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kerja keras selama puluhan tahun mulai dirasakan hasilnya ketika usianya menginjak senja. Wasiran masih menjadi tukang kebun di Gedung DPRD Gunungkidul hingga kini. Namun ia mengaku bangga dengan pekerjaannya tersebut.