AS Pelajari Reaksi Alergi dari Vaksin Pfizer-BioNTech
Amerika Serikat sedang mencari tahu mengapa beberapa orang yang menerima vaksin Covid-19 dari pengembang Pfizer-BioNTech mengalami reaksi alergi.
Amerika Serikat sedang mencari tahu mengapa beberapa orang yang menerima vaksin Covid-19 dari pengembang Pfizer-BioNTech mengalami reaksi alergi.
Makin banyak informasi yang diketahui tentang penyakit Covid-19, termasuk berbagai gejala tidak biasa yang ditemukan oleh para peneliti di berbagai negara.
Varian virus corona terbaru yang bermutasi memiliki gejala yakni mual, kehilangan indera perasa dan penciuman, demam, nyeri otot, dan menggigil pada manusia.
Penyebaran virus Corona baru yang telah menyebabkan pandemi diperkirakan terkait dengan paparan polutan atmosfer jangka pendek dan jangka panjang.
Sampel yang diuji oleh fakultas kedokteran hewan di Latvia University of Life Sciences and Technologies menunjukkan beberapa kucing memiliki antibodi Covid-19, meskipun seekor kucing belum dites positif terinfeksi virus di negara Baltik.
Orang mungkin mengalami beberapa efek samping seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, dan demam.
Para peneliti mengatakan bahwa mereka mengetahui gen mana yang terlibat dalam kasus parah virus corona. Hal ini dapat membantu mengarahkan dokter pada pengobatan mana yang dapat digunakan untuk membantu mengobati penyakit.
Ketua IDI menuturkan bahwa anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) siap menjadi salah satu pihak yang pertama menerima vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac.
Pandemi Covid-19 telah melanda Tanah Air sembilan bulan terakhir. Relawan Satgas Covid-19 meluncurkan program layanan bagi masyarakat dan tim relawan yang merasakan kelelahan atas situasi pandemi dan membutuhkan konseling dengan profesional secara daring.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh merek kasur Inggris bernama OTTY menemukan bahwa bekerja dari rumah, khususnya tempat tidur dapat bermanfaat bagi kesehatan mental seseorang.