Terjun Bebas, Avanza Nancap di Rumah Warga di Gunungkidul
Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Pagutan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul pada Jumat (17/1/2020) pukul 11.00 WIB.
Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Pagutan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul pada Jumat (17/1/2020) pukul 11.00 WIB.
Kementerian Kesehatan menetapkan merebaknya antraks di Gunungkidul sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Belasan anggota Satuan Pengamanan (Satpam) di bawah naungan Asosiasi Profesi Security Indonesia (APSI) Gunungkidul menggelar bakti sosial dengan membagikan paket bantuan sembako kepada warga miskin di Kecamatan Playen, Wonosari, Semin dan Karangmojo, Rabu (15/1/2019).
Kasus kematian ternak secara mendadak kembali terjadi di Kecamatan Ponjong pada Kamis (16/1/2020) siang. Kali ini, seekor kambing milik salah seorang warga Padukuhan Tegalrejo, Rt/Rw 07/02 Desa Sidorejo bernama Paryono, 43, ditemukan tergolek mati tanpa sebab didalam kandang.
Sejumlah pasar di Gunungkidul dan di Jawa Tengah jadi lokasi peredaran ternak yang berasal dari daerah positif antraks.
Puluhan ternak yang berasal dari tanah atau lokasi positif antraks di Dusun Ngrejek Wetan dan Kulon, Desa Gombangan, Ponjong, terlanjur dijual ke sejumlah pasar di Gunungkidul dan Jawa Tengah, sebelum dilakukan pengecekan pada hewan tersebut.
Hadi Suroso, 74, seorang warga Padukuhan Tompak, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul ternyata memiliki kisah kelam dengan Sinuhun Totok Santosa Hadiningrat, yang belakangan ini viral setelah mengklaim menjadi Raja Keraton Agung Sejagat, di Purworejo, Jawa Tengah.
Wabah antraks benar-benar terjadi di Gunungkidul.
Penyidik Satreskrim Polres Gunungkidul menangkap dan menetapkan EP, 39, pembina Pramuka di salah satu SMP di Kecamatan Gedangsari sebagai tersangka kasus pencabulan. EP diduga mencabuli delapan orang siswi saat kegiatan kepramukaan. Aksi bejat itu dilakukan di ruang guru dan saat kegiatan perkemahan.
Kasus sapi mati mendadak di Gunungkidul meluas.