Sardjito: Tenaga Medis yang Sempat Ditolak Warga Bukan Rawat Pasien Corona, tapi Perawat Bayi
Pihak RSUP Dr. Sardjito membenarkan jika ada tenaga medis rumah sakit tersebut yang sempat mendapat praduga dari tetangga dan ditolak pulang ke rumah.
Pihak RSUP Dr. Sardjito membenarkan jika ada tenaga medis rumah sakit tersebut yang sempat mendapat praduga dari tetangga dan ditolak pulang ke rumah.
Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditempatkan untuk mendampingi warga dusun memantau kedatangan pemudik. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk memberi edukasi terkait pencegahan penularan Covid-19.
Satu pasien positif Covid-19 berjenis kelamin laki-laki dikabarkan meninggal dunia di RSUP Dr. Sardjito pada Senin (6/4/2020) sore pukul 16.30 WIB.
Belum optimalnya pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di RSUP Dr. Sardjito membuat rumah sakit di Sleman ini memutuskan untuk membuat sendiri APD untuk digunakan oleh tenaga medisnya. Sebanyak 300 alat pelindung wajah tengah diproduksi.
Keluhan sejumlah mahasiswa terkait penggunaan kuota internet yang membengkak berkat kuliah daring untuk pencegahan penularan virus corona ditanggapi pihak kampus dengan pemberian subsidi internet.
Setelah meyakinkan masyarakat bahwa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) atau positif Covid-19 aman dimakamkan, dokter ahli forensik dari RSUP Dr. Sardjito, Lipur Ryantiningtyas kembali mengimbau masyarakat untuk tidak perlu datang melayat.
Hari-hari Ninik Setiyaningsih, 40, pada Maret ini sebenarnya lumayan sibuk. Sejak jauh hari, ia sudah diminta menata rias sejumlah pasangan pengantin yang akan naik pelaminan.
Kurangnya stok alat pelindung diri (APD) yang teramat dibutuhkan oleh tenaga medis membuat pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertekad memproduksi ratusan pelindung wajah. Saat ini mesin cetakannya masih dikembangkan.
Penolakan jenazah yang tergolong sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19 untuk dimakamkan di sejumlah daerah mendapat tanggapan dari dokter ahli forensik RSUP Dr. Sardjito, Lipur Ryantiningtyas.
Sejumlah kampus di DIY akan memberikan logistik berupa sembako untuk mahasiswa yang tidak mudik dan tetap bertahan di rumah indekos selama pandemi Covid-19. Sasaran utama bantuan sembako adalah mahasiswa yang menetap di permukiman yang ditutup atau lockdown.