Inggris Ungkap Temuan Varian Baru Virus Corona
Varian baru virus Corona yang berpotensi lebih menular kembali ditemukan di Inggris dalam sejumlah kasus yang terkait dengan Afrika Selatan.
Varian baru virus Corona yang berpotensi lebih menular kembali ditemukan di Inggris dalam sejumlah kasus yang terkait dengan Afrika Selatan.
Gebrakan baru dilakukan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden. Ia bersedia menerima suntikan pertama vaksin Pfizer Covid-19 kemarin sore waktu setempat sebagai upaya pejabat publik untuk menunjukkan kepada warganya bahwa vaksin itu aman.
Jalur masuk ke Kerajaan Arab Saudi melalui pelabuhan darat dan laut juga telah ditangguhkan.
Delapan tembakan roket menghantam kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Kejadian itutidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan berat.
Badan Kesehatan Masyarakat Belanda mengungkapkan temuan varian virus corona baru dari Inggris akan membuat pembatasan dan pelarangan.
Tingginya kasus Covid-19 membuat Pemerintah China mengontrol ketat penyebaran berita perkembangan wabah penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak terlihat lebih parah.
Adanya virus baru yang lebih menular membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pengetatan atas jutaan warga Inggris sekaligus membatalkan rencana untuk melonggarkan pembatasan khusus selama Natal.
Angka terbaru dari pusat sumber daya virus Corona Universitas Johns Hopkins menunjukkan lebih dari 300.000 kematian di AS dengan lebih dari 16 juta kasus.
Pompeo mengatakan bahwa AS harus menyambut orang China yang "benar-benar" ingin belajar di negara itu, tetapi menunjuk pada dua kasus pelajar China yang dituduh sebagai mata-mata.
Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menilai polisi sudah melakukan tindakan yang sesuai standar prosedur (SOP) dan koridor hukum dalam penembakan diTol Cikampek yang menyebabkan enam laskar FPI tewas.