KOTA SEPEDA : Bantul Tak Nyaman untuk Sepeda
Harianjogja.com, BANTUL- Pegiat komunitas sepeda di Bantul Tri Cahyono, 25, mengungkapkan, Bantul memang belum nyaman bagi komunitas pesepeda lantaran minimnya sarana.
Harianjogja.com, BANTUL- Pegiat komunitas sepeda di Bantul Tri Cahyono, 25, mengungkapkan, Bantul memang belum nyaman bagi komunitas pesepeda lantaran minimnya sarana.
Harianjogja.com, SLEMAN – Peristiwa tewasnya dua orang di Sungai Gendol, berawal saat alat berat dan belasan truk serta puluhan penambang nekat beroperasi di Kaliadem pada Minggu (19/1). Padahal kawasan itu termasuk dalam zona merah alias tidak boleh ditambang. Sekitar pukul 13.30 WIB kawasan lereng merapi terjadi hujan. Kendati demikian aktifitas penambangan tetap saja berjalan di dalam 'cawan raksasa' dengan kedalaman sekitar 50 meter dari bibir bagian atas Sungai Gendol itu.
Harianjogja.com, SLEMAN - Ganasnya aliran lahar hujan di hulu sungai Gendol, Merapi kembali memakan korban. Dua orang tewas setelah tergulung derasnya lahar hujan di area penambangan ilegal Dusun Kaliadem, Kepuhharjo, Cangkringan Sleman, Minggu (19/1/2014).
Harianjogja.com, JOGJA - Jalanan di DIY sudah tidak ramah lagi bagi pengendara sepeda. Sejumlah program maupun sarana yang disediakan untuk kendaraan non mesin itu terbukti tidak begitu efektif.
Harianjogja.com, BANTUL- Indriyani Kusumastuti, istri Ludek mengungkapkan, ia sudah menikah resmi dengan suaminya.
Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Urusan Administrasi Bagian Kejahatan Internasional, Sekretariat NCB Interpol Indonesia, Kompol Yogen Heroes Baruno menyatakan, penangkapan Ludek di Banguntapan berjalan mulus karena pelaku tak melawan. “Tidak ada perlawanan karena pelaku sudah tahu dia buron,” terang Yogen Kamis (16/1/2014).
Harianjogja.com, BANTUL- Petugas Interpol menangkap Ludek Bradac, 48, di Tamanan, Banguntapan Bantul Kamis (16/1/2014). Warga negara Cheska itu menjadi buron selama setahun karena terlibat penipuan senilai Rp8 miliar.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Operasional BPJS Kesehatan Gunungkidul Fatma Kurniawati menuturkan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum perubahan Askes menjadi BPJS Kesehatan. Sosialisasi pun sudah dilakukan hingga tingkat kecamatan.